Klik "LIKE" Untuk Terima Kemas Kini DCM di Facebook. Klik Butang "LIKE" di Bawah

▼

Powered By | Blog Gadgets Via Blogger Widgets

Rakan DUNIACACAMARBA

Rakan DUNIACACAMARBA

Jadi Rakan TM

Follow tayadihmaysia on Twitter

BAGASI KIRIMAN POPULAR

Iklan & Tawaran

1. Mari sertai ChurpChurp, berinteraksi bersama-sama dengan taulan sambil menjanakan pendapatan, Percuma! Lanjut sila klik di sini.





Advertlet Hutang DCM RM1710

Advertlet Hutang DCM RM1710
Review http://duniacacamarba2.blogspot.com/ on alexa.com

Sponsored Ads

Cerita UG- Kerajaan Perpaduang

Agenda Unity Government (UG). Apa progresnya selepas ketiadaan TGNA?Video lain:1....

Posted by DUNIACACAMARBA on Saturday, October 17, 2015

, ,

Jumaat, 7 Januari 2011

[Panas] Media Dakwa Robengah Mengaku Tidak Pernah Diperkosa Rais Yatim


Saya petik:
[Detik News]  Jakarta - Media Malaysia meramaikan dugaan pemerkosaan TKW Rubingah oleh Menteri Rais Yatim. LSM Migrant Care juga membenarkan data perkosaan adalah milik mereka yang dibocorkan blogger Malaysia. Namun menurut BNP2TKI, Rubingah tidak pernah diperkosa.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menegaskan, kasus dugaan pemerkosaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia Rubingah (48) oleh Menteri Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Rais Yatim, tidak pernah ada.

"Sudah ada keterangan langsung dari Ibu Rubingah dan juga pernyataan tertulis bahwa beliau tidak pernah mengalami pemerkosaan selama bekerja pada keluarga majikan Datuk Rais Yatim di Malaysia, termasuk perlakuan lain yang tidak pantas," kata Jumhur dalam rilis ke detikcom, Jumat (7/1/2011).

Penjelasan Jumhur didasarkan hasil pertemuan 4 staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Semarang dengan Rubingah dan suaminya, Sukirman. Rubingah bekerja di Malaysia sejak 1999-2007 di rumah Datuk Rais Yatim dan Datin Masnah, kemudian kembali ke kampungnya di Dukuh Kramenan Rt 2 Rw 3, Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Rubingah memiliki dua anak yaitu Monika Umami (26) dan Agustina Umami (21). Anak terakhirnya kini bekerja sebagai TKI di Taiwan. Sedangkan suami Rubingah membuka usaha bengkel reparasi elektronik.

"Saya juga sudah melaporkan penjelasan Ibu Rubingah ini kepada Menakertrans Muhaimin Iskandar," tambah Jumhur.

Jumhur selanjutnya meminta pihak mana pun agar berhati-hati dalam mengangkat kasus dugaan pemerkosaan terhadap TKI oleh Menteri Malaysia itu. "Sebab, ini menyangkut nama baik Ibu Rubingah bersama keluarganya yang saat ini hidup tenang dan nyaman di kampungnya," ujar Jumhur.

Dalam pernyataan tertulisnya di atas materai, Rubingah menjelaskan tidak pernah terjadi upaya pelecehan seksual oleh majikannya selama ia bekerja di Malaysia. "Saya bekerja selama delapan tahun di rumah Datuk. Selama itu baik-baik saja, tidak pernah ada permasalahan, apalagi terkait perlakuan kasar serta tidak senonoh terhadap saya," kata Rubingah dalam pernyataannya.

Pernyataan ini berbeda dengan keterangan Migrant Care. Mereka betul mengadvokasi Rubingah, namun Rubingah meminta kasusnya tidak dilanjutkan. Migrant Care mengakui yang dibocorkan blogger Malaysia adalah dokumen advokasi mereka yang semestinya untuk kalangan terbatas.

"Migrant Care pada pertengahan Juli 2007, melakukan investigasi kasus dugaan perkosaan yang dialami RB selama menjadi PRT migran di Malaysia dengan pelaku adalah majikannya sendiri. Pihak korban tidak mau kasus tersebut diungkap ke publik dan tidak mau pula menuntut secara hukum," ujar Direktur Eksekutif Migrant CARE, Anis Hidayah, dalam konferensi pers di Restoran Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (7/1/2011).

Kabar pemerkosaan terhadap Rubingah (46) asal Banjarnegara, diramaikan salah satu situs berita oposisi Malaysia, Harakah Daily. Harakah mengklaim ada bocoran WikiLeaks terkait hal itu, seperti ditulis seorang blogger Malaysia, Rocky Bru.

Namun diduga itu pelintiran Harakah yang menjadi oposisi UMNO. Sebab, Bru tidak menyebut demikian di blognya. Seperti dilansir detikcom dari blognya, yang berjudul 'Wikileaks: Malaysian senior politician and his maid?', Bru mengatakan sejauh ini kasak-kusuk WikiLeaks adalah diskusi antar blogger. Bru yang mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail pun belum tahu apakah benar ada bocoran WikiLeaks soal kasus perkosaan ini.

Bru hanya memberikan tautan dokumen lain yang bukan WikiLeaks. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care. Dokumen Migrant Care ini juga yang menjadi modal pihak oposisi mengkritisi Rais Yatim, misalnya saja dari Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM).

Sementara, Rais Yatim pun dalam pernyataan kepada kantor berita milik pemerintah Malaysia, Bernama, membantah keras tudingan itu. "Saya membantah tuduhan perkosaan yang dilakukan empat tahun lalu ataupun tuduhan yang disampaikan oleh penulis liar di internet atau partai politik," kata dia dalam pernyataannya, Kamis (6/1) kemarin.

P/s: Adakah kes ini hanya mahu diadili oleh media? Apabila sesuatu media melaporkan bahawa Pak Menteri merogol, semua akan berkata Pak Menteri merogol, apabila media mengatakan bahawa Pak Menteri tidak merogol, maka semua mengatakan dia tidak bersalah.

Polis dan SKMM tolong siasat!

  1. Jumat, 07/01/2011 16:47 WIB
    Robingah Sebut Menteri Rais Yatim Orang Baik
    Arbi Anugrah - detikNews



    Banjarnegara - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) menyebut TKI Robingah (46) tidak diperkosa Menteri Malaysia, Rais Yatim. Robingah mengatakan mantan majikannya baik hati dan tidak ada masalah dengan dirinya. Hal ini jelas membantah keterangan Migrant Care dan media Malaysia.

    Robingah menceritakan kisahnya kepada wartawan di rumahnya di RT 03 RW 02 Desa Pagelak, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (7/1/2011). Dia membantah pemberitaan di Malaysia.

    "Datuk Rais Yatim orang yang baik. Bahkan pemberitaan yang selama ini menyebutkan saya sudah diperkosa sama sekali tidak benar. Saya juga sering diberi uang serta oleh-oleh dari beliau," jelasnya.

    Robingah mengatakan dia menjadi pembantu Rais Yatim selama delapan tahun, pada 1999-2007. Dia biasa mendapat cuti untuk pulang ke Banjarnegara selama 1,5 bulan/tahun. Dia bekerja bersama 3 pembantu lain dari Indonesia.

    "Biasanya kami sering bagi-bagi tugas. Saya bertugas sebagai pengantar makanan jika ada jamuan di rumah Datuk. Selain itu juga bisa membukakan pintu gerbang bila Datuk baru pulang dari berpergian." ungkapnya.

    Robingah menjelaskan, jika Datuk itu jahat dan berperilaku kasar terhadap pembantu, tentu dia tidak akan betah bekerja selama itu di rumahnya. Seluruh keluarga Datuk pun memperlakukan para pembantu dengan baik.

    "Jadi jika ada pemberitaan yang menyatakan bahwa saya pernah diperkosa Datuk, itu sama sekali tidak benar," katanya.

    Suami Robingah, Sukirman (52), yang turut mendampingi mengaku terkejut saat mendengar berita yeng menyebutkan bahwa bekas majikan istrinya dikabarkan telah memperkosa pembantunya. Apalagi sang korban adalah istrinya.

    "Selama bekerja di Malaysia istri saya tidak pernah mengeluh mendapat perlakuan yang tidak baik dari majikannya," jelasnya.

    Sementara, Rais Yatim dalam pernyataan kepada kantor berita milik pemerintah Malaysia, Bernama, membantah keras tudingan itu. "Saya membantah tuduhan perkosaan yang dilakukan empat tahun lalu ataupun tuduhan yang disampaikan oleh penulis liar di internet atau partai politik," kata dia Kamis (6/1) kemarin.

    Kabar pemerkosaan terhadap Rubingah (46) asal Banjarnegara, diramaikan salah satu situs berita oposisi Malaysia, Harakah Daily. Harakah mengklaim ada bocoran WikiLeaks terkait hal itu, seperti ditulis seorang blogger Malaysia, Rocky Bru.

    Namun diduga itu pelintiran Harakah yang menjadi oposisi UMNO. Sebab, Bru tidak menyebut demikian di blognya. Seperti dilansir detikcom dari blognya, yang berjudul 'Wikileaks: Malaysian senior politician and his maid?', Bru mengatakan sejauh ini kasak-kusuk WikiLeaks adalah diskusi antar blogger. Bru yang mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail pun belum tahu apakah benar ada bocoran WikiLeaks soal kasus perkosaan ini.

    Bru hanya memberikan tautan dokumen lain yang bukan WikiLeaks. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care. Dokumen Migrant Care ini juga yang menjadi modal pihak oposisi mengkritisi Rais Yatim, misalnya saja dari Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM).

    puas hati ke wahai ahli-ahli neraka

    gravatar Comment by IPOH MALAY @ Jumaat, Januari 07, 2011 6:34:00 PTG      
Facebook Blogger Plugin: Bloggerized by AllBlogTools.com Enhanced by MyBloggerTricks.com

Leave a comment

Sila lontarkan pandangan anda sama ada melalui komen di blog atau di laman Facebook.

Berikanlah pandangan yang bertanggungjawab,tidak berunsur fitnah, tanpa menggunakan kata-kata lucah & kesat melampau (dilepaskan jika sesuai), dan semolek-moleknya biarlah berkaitan dengan isi artikel.

Kepada "Anynomous", sila letakkan nama pena anda. Jangan berani bersuara, tetapi takut memperkenalkan diri!

PERHATIAN:
Komen yang disiarkan di blog atau di laman Facebook tidak semestinya menggambarkan pandangan atau pendirian Duniacacamarba (DCM).

Blog ini TIDAK BERTANGGUNGJAWAB terhadap setiap pandangan atau pendapat yang diutarakan melalui laman sosial FACEBOOK atau yang terlepas siar di RUANG KOMEN blog. Komen itu adalah pandangan peribadi pemilik akaun.

Terima kasih.

BAGASI KIRIMAN TERKINI

BAGASI KIRIMAN

PERHATIAN

Tulisan dalam blog ini sebahagian besarnya ialah respons/pendapat/ulasan RINGKAS/SPONTAN saya terhadap pelbagai isu dan perkara yang berlaku di serata negara mahupun di luar negara.

Sebahagiannya pula disalin & ditampal (
semoga dengan izin) dari blog, laman sesawang atau laman berita dari dalam dan dari luar negara. Hak cipta berita, artikel & makalah adalah milik laman sesawang atau blog tersebut.

Seboleh-bolehnya, saya cuba mengelak untuk menyiarkan mana-mana makalah/petikan/gambar tanpa restu pemilik asalnya. Jika mana-mana petikan/tulisan/gambar yang disiarkan dalam blog ini kurang disenangi pemilik asalnya, maka maklumkanlah segera kepada saya (di ruangan komen bahan terbabit) agar petikan/tulisan/gambar tersebut dapat dikeluarkan dengan kadar segera.

Untuk makluman, sebarang petikan, makalah, gambar yang dipetik dari laman berita atau dari blog /laman sesawang atau dari sumber internet yang lain tidak semestinya menggambarkan/mewakili pandangan saya dalam sesuatu isu yang berkaitan.

PENAFIAN:
Semua artikel atau berita yang disiar dalam blog ini adalah untuk tujuan pendedahan dan pengetahuan am. Ketepatan maklumat artikel atau berita itu perlu dibandingkan dengan sumber-sumber lain agar tidak terjadi anggapan atau penyebaran maklumat palsu atau fitnah.

-tayadihmaysia@yahoo.com







TERIMA KASIH